Senin, 08 September 2008

Membangun organisasi yang berkualitas

"Jika Anda ingin bermain bersama sebagai satu tim, Anda harus memperhatikan satu dengan yang lain. Anda harus mengasihi satu dengan yang lain". (Vince Lombardi)

Kepemimpinan adalah: “proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama dalam situasi tertentu”. Kalau kita berbicara pemimpin berarti ada satu tim yang terdiri dari dari satu orang atau lebih yang digerakkan oleh seseorang, yang menggerakkan ini adalah sang pemimpin. Untuk menggerakkan orang lain kita harus bisa mempengaruhi (secara positip) pikiran - pikiran orang yang ingin kita gerakkan atau merubah pikiran orang, aspek yang mempengaruhi perubahan :


1. Aspek anggota tim (people), menjadi individu yang dinginkan oleh tim
2. Aspek pemimpin (leader), menjadi panutan bagi orang lain


Anggota (people) adalah bagian dari tim yang harus diubah dan yang sangat menentukan berhasil tidaknya suatu tim dan pemimpin (leader) adalah yang mengelola perubahan.

Perubahan itu harus dikelola dengan cinta dan kecintaan, kekuatan cinta dan kecintaan adalah kekuatan yang menjadikan keberadaan seorang pemimpin di dalam kehidupan anggota tim dan ini – menjadikan sebuah kehidupan tim yang bernilai.


Kalau kita mengartikan tim tadi adalah suatu organisasi berarti seorang pemimpin dalam satu organisasi harus dicintai oleh bawahannya. Untuk mendapatkan cinta dari bawahan kita harus bisa memanajemeni perubahan dan perubahan ini erat kaitannya dengan :

1. Nilai-nilai yang diyakini seseorang
2. Sikap dasar yang timbul karena adanya nilai-nilai tsb
3. Perwujudan sikap yang tampak melalui perilaku


Untuk melakukan perubahan pemimpin harus meletakkan nilai-nilai organisasi yang universal sbb:
  1. Organisasi menjadi tolok ukur dalam keberhasilan, kepuasan pelanggan dan kualitas produk dari oraganisasi
  2. Mengedepankan kepercayaan, ketulusan, kejujuran, kehangatan dan rasa saling menghormati dalam setiap hubungan antar anggota organisasi maupun dengan pelanggan organisasi.
  3. Kerjasama dalam tim - tidak ada yang dapat bekerja sendiri.
  4. Pengembangan yang berkesinambungan dengan menggali setiap potensi diri dari setiap anggota organisasi

Keempat nilai - nilai universal organisasi tsb mendorong kita untuk berubah dari pola kediktatoran sebagai pemimpin untuk menjadi pemimpin yang bisa memanajemeni perbedaan dengan bawahan (anggota tim) dengan dasar-dasar yang sangat manusiawi yang kita sebut "kepemimpinan yang berlandaskan keadilan":

  • Kita tidak dapat disebut sepenuhnya hidup, bila kita tidak sepenuhnya hadir dalam hubungan kita dengan bawahan. Kehadiran kita yang penuh kasih sayang-lah, yang menjadikan kita pribadi yang kehadirannya dirindukan oleh bawahan. Ingatlah, bahwa cinta adalah pengutuh kehadiran.
  • Pemimpin yang berhati penuh kasih sayang, akan menjadikan kecintaan dari bawahan yang mengenal sang pemimpin.
  • Maka janganlah hanya hadir. Hadirlah dengan penuh kesungguhan untuk memajukan, mengangkat, dan memuliakan semua yang keberadaannya dihadiahkan kepada sang pemimpin (adalah bawahan kita).

Dan yang ini harus sang pemimpin perhatikan. Bila pemimpin penyayang, pemimpin akan menjadi pemberi. Dan karena pemimpin memberi, pemimpin banyak menerima. Ketahuilah, kasih sayang mengubah pemberian menjadi penerimaan, inilah yang disebut keadilan.


Pemimpin diharapkan dapat merubah pribadi setiap anggota tim (bawahan) dan dirinya dengan konsep:

  1. kepala kita dipenuhi pikiran baik (rencana)
  2. hati kita dipenuhi ketulusan (niat)
  3. pundak kita dipenuhi rasa tanggung jawab (komitmen)

Pada Buku pegangan bagi promotor keadilan, dan keutuhan ciptaan yang diterbitkan oleh Komisi Internasional untuk Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan ciptaannya (KPKC) kita dapat melihat berbagai cara memahami apa arti keadilan :

  1. Keadilan berkaitan dengan keseimbangan hak-hak/hubungan-hubungan. Keadilan didefenisikan sebagai memberikan kepada setiap orang apa yang pantas diterimanya. Dalam arti ini, keadilan hanyalah soal ganjaran dan hukuman.
  2. Keadilan bersangkut paut dengan kebutuhan, hak, dan kewajiban setiap orang dengan dalam masyarakat. setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk bertindak terhadap orang - orang lain dengan cara yang menjamin apa yang mereka perlukan untuk hidup mereka, mengganjar perbuatan baik, dan menghormati hak - haka asasi, dan untuk mengupayakan agar setiap orang menerima apa yang perlu untuk keberadaannya sendiri sebagai manusia.
  3. Keadilan berhubungan dengan watak orang. Menurut arti ini, yang ditempatkan pada pusat perhatian bukan hasil yang diinginkan dari segi sosial dan bukan ketaatan kepada hukum moral, melainkan yang ditekankan adalah watak pribadi. Keadilan bukan suatu keadaan publik, bukan pula kesesuaian dengan suatu standar moral objectif, melainkan adalah apa yang nyata-nyata apa yang dilakukan orang adil; ada satu kemahiran moral, suatu keunggulan keadilan, seperti adanya keunggulan keutamaan-keutamaan lainnya.
  4. Keadilan adalah hubungan benar antara orang yang satu dan orang yang lain, antara orang dan alam ciptaan, antara orang dan Sang Pencipta. Usaha untuk membangun keadilan adalah usaha untuk membangun hubungan yang konstruktif dan membebaskan antara semuanya itu.
  5. Keadilan ini adalah anugerah Sang Pencipta dan sekaligus sesuatu yang harus dikerjakan orang.

Dari konsep - konsep yang dikemukakan diatas bagaimana kita mengaplikasikan dalam kegiatan kita berorganisasi:

  1. Membangun pribadi pemimpin, menjadi pelatih yang berkualitas
  2. Membangun pribadi anggota tim, menjadi pemain yang berkualitas

Ada delapan karakter penting yang membuat sang pemimpin menjadi berkualitas dan bisa membangun anggota tim yang berkualitas:

  • Pertama, jadilah pemimpin yang menghormati bawahannya.
  • Kedua, jadilah pemimpin inspirator bagi bawahan.
  • Ketiga, jadilah pemimpin yang mempunyai visi dan misi.
  • Keempat, jadilah seorang guru.
  • Kelima, jadilah pemimpin mempunyai toleransi.
  • Keenam, jadilah pemimpin yang harus berkomunikasi dengan jujur dan terbuka. .
  • Ketujuh, jadilah pemimpin yang dapat dipercaya oleh bawahannya.
  • Kedelapan, jadilah pimpinan yang dapat melakukan apa yang telah diajarkan.

Pemimpin yang baik harus mempunyai kedelapan karakter tersebut.

Tidak ada komentar: